Posted on Leave a comment

Memberdayakan diri mulai darimana?

 

Minggu lalu, salah satu rangkaian kegiatan acara yang berkesan adalah melakukan perjalanan bareng mas Uta, sahabat dan (meski end up kita pisah gerbong, tapi seru.haha) dan disambut dengan kehangatan orang-orang di Solo.

Penyaji Materi WOMEN EMPOWERMENT

Di suatu malam, sembari kami membahas salah satu project Komunitas Hujan Safir Solo Booth camp training, yakni kegiatan para muslimah secara intens dari pagi sampai sore “ala Pesantren Kilat Hujan Safir” Bandung, dengan kurikulum yang kami sesuaikan, kami pun diminta untuk ngisi sharing session tentang Women Empowerment. (H-1..kyaaaaa..bakal sharing opooo ikiii).

Tapi akhirnya, singkat cerita malam itu juga rela begadang buat materi. (Aku ini orangnya grogian dan takut mati kutu kalo depan orang, jadi mempersiapkan diri dan materi tuh hal yang wajib demi mempersembahkan yang terbaik #Eaaaa). Continue reading Memberdayakan diri mulai darimana?

Posted on Leave a comment

Cari tahu sikap dasar penulis dan kepenulisan yuk!

Menulis adalah profesi yang tidak akan hilang. Peninggalannya bisa jauh lebih panjang dari usi Sang penulis itu sendiri. Di era digital, kebutuhan menulis bukan hanya untuk penulis atau jurnalis. Kini, era informasi adalah miliki publik, setiap orang bisa menulis, minimal buat status di sosial media, caption di instagram, atau jadi content creator untuk vlogging ala-ala youtuber.

Di rangkaian acara #DanoneBloggerAcademy, Wisnu Nugroho memberi bocoran apa saja sih sikap dasar yang di perlukan oleh seorang penulis ;

 

Skeptis

Skeptis adalah sikap untuk meragu-ragukan, tentu bukan tanpa alasan. Akan tetapi agar timbul keinginan untuk menggali lebihj auh sehingga menghantarkan diri untuk mencari kebenaran.

Kenapa harus skeptis?

“jangan mudah percaya dengan apa yang kamu baca di internet, hanya karena ada foto dan quote di sebelahnya.”

Karena dengan tidak memiliki sikap skeptis, yang bahaya adalah seperti yang terjadi saat ini, masyarakt yang menelan mentah-mentah.
Dengan sikap skeptis, akan muncul tulisan-tulisan yang kaya dan berdaya.

Makin sederhana, makin kece

Fakta bahwa banyak generasi millenial, dan benda yang ertama kali di cari sat bangun tidur adalah gawai, dan orang dapat informasi dari gawai, sehingga gaya kepenulisan di online lebih pendek dan praktis. Meski tantangannya adalah, kedalaman tulisan terabaikan, tetapi tulisan pendek di sarankan, maks. 400 karakter.

Kenali Pembaca

Menulis adalah proses berpikir. Bila tulisan dapat dibaca tanpa bersusah payah, disebabkan kesulitan yang besar telah hilang dan di telan oleh penulisnya. (Enrique Poncela, Penulis Spanyol).
Mengenali siapa sasaran pembaca, dan menjadikan pembaca sebagai support system dan partner, akan menghasilkan tulisan yang jujur dan rendah hati tanpa mengabaikan sikap menggali bahan secara detail.

Bagaimana?mudah kan?
Semoga bermanfaat.
Terakhir,
Menulis adalah sepi, sendiri. Yang gak kuat sepi, menyendiri. Akan sulit. #Eaaa

Semoga bermanfaat.

Posted on Leave a comment

Bijak Berteknologi

Kemarin, tanggal 22 september Fifi di beri kesempatan untuk menjadi moderator pada kegiatan seminar parenting Kakatu, pembahasanya tentang “Mendidik Anak di Era Digital”, dengan pemateri Dra Yeti, Saad Ibrahim dari Kakatu, dan Teh Gaida.

Sebenernya agak deg-degan karena tiba-H-1 keracunan makanan, muntah hebat dan diare, pun suami lagi ada deadline dari salah satu Client di Amerika (kan kita cuma berduaan, ngasuh bayi), tp Qodarullah bisa selesai tepat waktu, dan perutku yang melilit, membaik.

Bismillah, langsung aja ya, dalam rangka pengingat prribadi, dari segi parenting, mas uta sama aku percaya daripada menjauhkan anak dari “anti gadget atau jangan terpapar banget”, kami memilih untuk mengajarkan anak bijak berteknologi kelak, mengajarkan mereka “berenang” dengan cara  berusaha membangun “self-control” yang baik, sehingga siap dan kuat menghadapi era millenial, yang mana pengikisan tauhid, akhlak, norma-norma yang baik, perlahan hilang, na’udzubillah.

KANTONG JIWA

aku dan suami pun percaya, dengan mengisi kantong jiwa anak dengan rasa cinta dan kasih sayang, hadir 100% mendengarkan untuk anak, di harapkan anak tumbuh dengan penuh percaya diri, dan menjadikan ortu sebagai sumber kasih sayang dan cinta, (tentu selain kepada Allah SWT yang UTAMA), bukan pada gadget. ya Allah, mampukanlah. amin.

mengutip perkataan Teh Gaida, “merinding emang kalo liat dampak buruk gadget, pornografi, pembodohan, distraction, games, banyak hal yang mengerikan yang bisa hadir dari adanya teknologi ini, namun selain jangan lupa MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH, karena Allah satu-satunya Dzat yang Maha hebat, kita sebagai orang tua harus mampu menyiapkan diri dengan bekal ilmu yang cukup, senantiasa melakukan pendampingnan, dan jangan lupa, siapkan banyak aktivitas fisik dan kreatif lainnya di luar gadget, seperti berolahraga, berkuda, dkk.”

menarik.

Continue reading Bijak Berteknologi

Posted on Leave a comment

Little Helpful Ideas for Busui

Assalamualaikum.. Sebelumnya mau ngucapin Barokallah ya yang jadi ibu maupun calon ibu, bahagia kan rasanya?

insyaAllah ya kalo niatnya buat ibadah mah, melahirkan juga rasanya pertolongan allah dekat ya. Seperti lahir kembali. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang amanah Amiin.

Lngsung aja ya, berikut beberapa ide kebiasaan sederhana dan ide yang bisa memudahkan busui :, ( kalo ada langsung di tambahin)

1. Setiap ke toilet, akhiri dengan wudhu.
2. Nulis to-do list semalam sebelum beraktivitas.

3. Terhidrasi dengan baik dan berusaha makan dgn gizi seimbang. (Apalagi kalo udah MP-ASI, tulis daftar menu weekly buat keluarga dan bayi biar lebih mudah)
4. Baca buku yang kita lagi mau baca depan bayi kata Ustadz Fauzil Adhim gapapa loh. Asal aktivitasnya menyenangkan dan pake gaya komunikasi ala “baca dongeng”.
5. Sleep when ur baby is sleep when u need it.
6. Pastikan semua benda ada SOP lokasinya.  Jadi gak pusing nyari.
7. Dia dan Zikr setiap aktivitas menyusui. Sambil usap-usap, doain anakaa dan keluarga. (Krn kadang balada emak-emak pas abis sholat, alarm udah bunyi. Hehe)
8. Lanjutkan hobi dan hal yang membuatmu bahagia. Life needs balance anyway!
9. Trust ur husband and ur family. Terbukalah kalo butuh bantuan dan kalo ada yang di rasa.
10. Selalu PD dan percaya insting mengasuhmu. Karena Dokter terbaik adalah kita orang tuanya. Terus belajar.
11. Stok baju rumahan yang verbahan nyaman, sendal, sama gemdongamg juga.
12. Stay Connected with your friend! Ini bikin bahagia loh dan gak ngerasa sendirian.

Posted on Leave a comment

Perenungan Akhir Tahun (1)

Menutup akhir tahun dengan mengikuti kegiatan diskusi WA yang super manfaat, yang diadakan komunitas @ceritaibuanakid yang di inisiasi kakak panutanku @umay.wafi . #Haseek.
Topiknya menarik, tentang perenungan akhir tahun sebagai Perempuan, Ibu, dan Istri.
Poin utamanya adalah, kita sebagai perempuan perlu sadar, bahwa kita adalah sasaran empuk syaitan untuk mengikuti langkah-langkahnya, agar kita mengenyampingkan Allah, mengabaikan fitrah.


Continue reading Perenungan Akhir Tahun (1)

Posted on Leave a comment

Inspirasi “List to learn” di 2018

Menuju 2018 biar berfaedah, yang pasti NO BEGADANG.
Sambut tahun baru dengan fiaik dan pikiran yang segar dan istirahat yang cukup. (Kecuali pejuang ASI yang memang ada alarm indah dari sang Bayi atau memang ngelakuin sesuatu yang berfaedah #Eaaa).
Ada beberapa inspirasi yang bisa di kerjakan/ pelajari di tahun 2018.
1. Belajar ilmu agama (of course, karena bekal untuk nanti di hari pertanggung jawaban kan?)
2. Belajar ilmu komunikasi. (Karena selain ibadah ke Allah, kita sering berhubungan dengan manusia, jadi ini oenting banget. Komunikasi ke keluarga, pasangan, anak, sahabat, dkk).
3. Belajar rajin membaca.
4. Belajar makan dan masak makanan yang sehat. (Fisik sehat kan investasi ya. Misal : ngurangin minuman kemasan, bawa tumblr kemana-mana, ngurangin sampah botol juga kan, dan nelajar masak masakan sehat, hihi.)
5. Belajar time management (bikin timeline,to do list, evaluasi, repeat.dkk)
6. Belajar nabung. (Kali buat biaya resepsi #Eaaa. Pake autodebet u/ biaya pendidikan anak atau keluarga u/ biaya darurat atau fullfill ur dream maybe)
7. Belajar menulis. Yup, Writing is healing.
8. Belajar upgrade skills (biar naik kelas)
9. Belajar bebenah (dan jadi pembiasaan. Misal : tiap beli baju yang baru. Ada barang yang kita keluarkan/ hibahkan, jadi hak numpuk.
10. Belajar mudah mengevaluasi diri. (Gak semua orang gampang untuk bercermin deep inside, ngobrol sama diri sendiri, padahal bisa jadi sumber kebahagiaan kan, mental healing).
11. Belajar mendengarkan orang lain (jangan sampai social media made us unsocial )
12. Belajar ilmu parenting.
(Di cicil yuk, meskipun belum nikah, krn kita kan madrosatul ula. Apalagi para pria, Sang Kepala Sekolah).
Sekian.
Sok tambahin sendiri, pasti jadi keluar banyak ide juga.
Semoga bermanfaat.

 

(#NTMS, #NgigetinDiriSendiri)