Posted on Leave a comment

Memberdayakan diri mulai darimana?

 

Minggu lalu, salah satu rangkaian kegiatan acara yang berkesan adalah melakukan perjalanan bareng mas Uta, sahabat dan (meski end up kita pisah gerbong, tapi seru.haha) dan disambut dengan kehangatan orang-orang di Solo.

Penyaji Materi WOMEN EMPOWERMENT

Di suatu malam, sembari kami membahas salah satu project Komunitas Hujan Safir Solo Booth camp training, yakni kegiatan para muslimah secara intens dari pagi sampai sore “ala Pesantren Kilat Hujan Safir” Bandung, dengan kurikulum yang kami sesuaikan, kami pun diminta untuk ngisi sharing session tentang Women Empowerment. (H-1..kyaaaaa..bakal sharing opooo ikiii).

Tapi akhirnya, singkat cerita malam itu juga rela begadang buat materi. (Aku ini orangnya grogian dan takut mati kutu kalo depan orang, jadi mempersiapkan diri dan materi tuh hal yang wajib demi mempersembahkan yang terbaik #Eaaaa). Continue reading Memberdayakan diri mulai darimana?

Posted on Leave a comment

Adonan Kebahagiaan di Danone Blogger Academy

Satu hal yang aku syukuri setiap kali ikutan acara adalah suami selalu ridho dan merestui (selagi dia bisa nge-handle Ziyad bareng sama Mamah, acara yang Fifi ikuti bermanfaat dan bisa dipertangung jawabkan dunia-akhirat). Merasa beruntung punya suami yang ngerti banget bahwa istrinya pembelajar dan seneng belajar. Hal ini yang membuatku berani untuk ikutan “Danone Blogger Academy”. Terlebih, programnya menarik. Bismillah, awalnya nyoba “iseng dengan kesungguhan hati”, apa lagi emang Fifi lagi mau belajar tentang ilmu nutrisi, gizi, kesehatan, dan topik-topik terkait lingkungan.

Danone Blogger Academy adalah salah satu program yang dikolaborasikan bareng Kompasiana demi terwujudnya Blogger yang berkualitas. Program ini adalah program pengayaan kepada Blogger seputar bidang nutrisi, kesehatan dan tematik lainnya demi terciptanya konten kesehatan ala warga net yang berkualitas. Programnya terdapat 4 tahap :

1. Akademi Menulis. Jujur, bahagia banget belajar sekaligus meningkatkan kemampuan menulis. Selain itu, topik yang dibahas adalah topik yang lagi Fifi suka juga buat menunjang diri menjadi orang tua dan social activist, yakni seputar kesehatan, gizi, nutrisi dan lingkungan

2. Field Trip (Tahap ini dilakukan dengan visit ke salah satu perusahaan Danone di Klaten.

3. Pembuatan Karya

4. Graduation Day
.
Continue reading Adonan Kebahagiaan di Danone Blogger Academy

Posted on Leave a comment

Bijak Berteknologi

Kemarin, tanggal 22 september Fifi di beri kesempatan untuk menjadi moderator pada kegiatan seminar parenting Kakatu, pembahasanya tentang “Mendidik Anak di Era Digital”, dengan pemateri Dra Yeti, Saad Ibrahim dari Kakatu, dan Teh Gaida.

Sebenernya agak deg-degan karena tiba-H-1 keracunan makanan, muntah hebat dan diare, pun suami lagi ada deadline dari salah satu Client di Amerika (kan kita cuma berduaan, ngasuh bayi), tp Qodarullah bisa selesai tepat waktu, dan perutku yang melilit, membaik.

Bismillah, langsung aja ya, dalam rangka pengingat prribadi, dari segi parenting, mas uta sama aku percaya daripada menjauhkan anak dari “anti gadget atau jangan terpapar banget”, kami memilih untuk mengajarkan anak bijak berteknologi kelak, mengajarkan mereka “berenang” dengan cara  berusaha membangun “self-control” yang baik, sehingga siap dan kuat menghadapi era millenial, yang mana pengikisan tauhid, akhlak, norma-norma yang baik, perlahan hilang, na’udzubillah.

KANTONG JIWA

aku dan suami pun percaya, dengan mengisi kantong jiwa anak dengan rasa cinta dan kasih sayang, hadir 100% mendengarkan untuk anak, di harapkan anak tumbuh dengan penuh percaya diri, dan menjadikan ortu sebagai sumber kasih sayang dan cinta, (tentu selain kepada Allah SWT yang UTAMA), bukan pada gadget. ya Allah, mampukanlah. amin.

mengutip perkataan Teh Gaida, “merinding emang kalo liat dampak buruk gadget, pornografi, pembodohan, distraction, games, banyak hal yang mengerikan yang bisa hadir dari adanya teknologi ini, namun selain jangan lupa MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH, karena Allah satu-satunya Dzat yang Maha hebat, kita sebagai orang tua harus mampu menyiapkan diri dengan bekal ilmu yang cukup, senantiasa melakukan pendampingnan, dan jangan lupa, siapkan banyak aktivitas fisik dan kreatif lainnya di luar gadget, seperti berolahraga, berkuda, dkk.”

menarik.

Continue reading Bijak Berteknologi

Posted on Leave a comment

Feels Like a Dream : Gontor Journey

(Feels like a dream)

Dulu, waktu masih jadi santri, tiap kali ke koperasi, ada suatu rumah ustadz dan ustadzah yang hanya bisa di kunjungi oleh pihak-tertentu. Istilahnya orang penting san ounya kepentingan.
Sebagai anak baru dan masih bau bawang, sulit rasanya bisa masuk ke ruangan beliau.

Setelah belasan tahun, yakni hari ini, sungguh Allah Maha Baik. Allah Dzat yang Maha mendengar ternyata mengabulkan doa perempuan kecil dulu, dengan skenario terindahnya.
Iya, aku, mas uta, ziyad, Nauval dan kak meyda ada di ruangan ustadz yang dulu aku pernah mimpi mau tau isi dalamnya, untuk acara Bedah Buku Harmoni Semesta.
Jadi, rumah ustadz dan ustadzah ini beralih fungsi menjadi wisma bagi tamu.
See, just keep trying n visualizing your dream and your faith to Allah, than Allah will do the rest.

MasyaAllah.

Jangan pernah putus asa dalam mengharapkan pertolongan Allah, karena Allah swt sesuai dengan prassngka hamba-Nya.

Apa pun impianmu, selagi itu masih dalam rangka ridho Allah, gak ada yang sepele.

Makasih ya Allah.
Maafkan hamba-Mu yang serig menzolimi dirinya sendiri ini.

Posted on Leave a comment

Nutrisi dan Kesehatan

Sejak punya bayi usia 6 bulan dan belajar tentang MP-ASI membuatku sadar pentingnya memilih menu 4 bintang dan makan dan minum dengan nutrisi seimbang. Memilih untuk hidup sehat bukan semata untuk anak bayi, tapi aku mikir kami sebagai orang tua pun memiliki hak yang sama untuk tubuh. Inti pola makan sehat dari buku yang aku baca eating clean series adalah :

  • makan banyak sayuran
  • makan buah secukupnya
  • tidak berlebihan makan karbo
  • makan proteinalami
  • makan berbagai makanan yang mengandung lemak sehat
  • minum air putih secukupnya
  • menghindari (kalo aku prefer secara bertahap) gula, gandum, semua  makanan yang mengandung gluten, susu sapi ( ini berat), serta bahan makanan lainnya yang terbuat dari lemak tidak sehat, makanan yang berasal dari bahan pangan yang bibitnya di rekayasa (GMO), makanan proses, serta makanan cepat saji.

dari buku itu, aku sadar bahwa tanggung jawab orang tualah,alias kami unruk mengajarkan pola hidup sehat, karena kemampuan makan dengan sehat adalah kecakapan hidup yang harus dimiliki seseorang untuk menjalani kehidupan.

semoga bisa memulai menerapkan meski perlahan, mengajarkan dan membiasakan pola makan dan pola hidup sehat pada anak terutama, agar anak tercinta tumbuh menjadi manusia dewasa berkarakter, sehat badan, pikiran dan jiwa, paham dan mampu menghargai serta menjaga diri serta kesehatan mereka walaupun kita (orang tua) tidak lagi mendampingi mereka, (panduan mendidik anak makan sehat hidup sehat : hal. 121).

 

Posted on Leave a comment

Conscious Living

Suatu hari, aku pernah liat postingan temen, yang lagi ikutan program bersih-bersih sampah, dan 2018, nemu sampah sampo yang kalo di liat, itu adalah bungkus tahun sekitar 80-an.

2018 dan masih nemu sampah tahun yangsegitu lama nyadarin aku bahwa nyampah hari ini adalah tidak semuanya hilang, tapi hanya berpindah tempat,yang bisa merusak ekosistem lain selain manusia, binatang-binatang laut misalnya.

Pernah denger juga berita tentang ikan paus/hiu yang meninggal akibat tertelan botol plastik, sedih banget kan. And you know what, bahwa menyampah di Indonesia, bisa berdampak ke negara lain imbasnya, saking gedenya pulau indonesia dan terhubung satu sama lain. Kesadaran ini perlu di bagi karena konsekuensinya bukan hanya berdampak pada generasi setelah kita di negaraku sendiri, akan tetapi di seluruh dunia.

Akhirnya, komunitas hujan safir yang udah berdiri selama 5 tahun juga mau belajar tentang kesadaran gaya hidup #zerowaste. #Zerowaste bukan semerta-merta hilang sama sekali dari menyampah, karena pasti butuh proses dan bertahap, tapi aku percaya bahwa #Zerowaste adalah di mulai dari gaya hidup dengan penuh kesadaran, memilah sampah misalnya.#ConciousLiving

Semoga bisa menerapkan hal ini di mulai dari rumah, dari diri sendiri, dan perlahan. Karena aku percaya perubahan besar di mulai dari langkah kecil yang terarah.

Semangat. Saling mengingatkan.

Posted on Leave a comment

LDR = Meningkatnya Produktivitas

 

Sebagai orang tua yang fully work at home, momen ketika kami berpisah menjadi suatu kejanggalan sekaligus keistimewaan tersendiri. Seperti hari ini, ditinggal mas Uta 3 hari ke Samarinda.
Biasanya dikit-dikit minta tolong. Sambil beliau kerja, aku titipin bayi ketika aku bertugas cuci piring dkk.
Sekarang harus putar otak; I do it by my self. Bisa? Bisa karena terpaksa, kemudian menjadi biasa dan kebiasaan. Mas Uta selalu bilang: “tiap kali ditiggal, produktivitasmu meningkat Fi. Harus rutin aku tinggal gitu ya. Hahahaha.”

Tapi bener loh. Kerasa. (dengan catatan tingkat dan ukuran produktivitas seseorang berbeda-beda yah, relatif).

Continue reading LDR = Meningkatnya Produktivitas

Posted on Leave a comment

Belajar Dari (alm) Ali Banat

Gak nyangka video 7 menit di 14 ramadhan ini, sukses bikin nangis, dan jadi bahan diskusi dan kontemplasi sama mas uta, ngecek milestone kita sejauh ini udah sampe mana, dan semoga bisa jadi wasilah tazkiyatunnafs juga.

Singkat cerita, beliau adalah Milyarder muda yang super kaya, tapi pas dapet hadiah spesial (ia menyebutnya Gifted Cancer) dari Allah SWT, Subhanallah, malah ngubah cara pandang hidup dia, dan memaknai tiap waktu yang tersisa buat mempersiapkan kehiudapan abadi di akhirat sana, dengan memanfaatkan uangnya di jalan kebaikan. (bisa cek juga projek sosial terutama di Afrika yang super inspiratif masyaAllah).

 

Aku belajar dan di ingetin lagi soal “orientasi hidup” yang Cuma tempat peristirahatan sementara ini, menjadi orientasi akhirat yang benar-benar di rencanakan.

Tiap menit dari zaman sekarang berubah, orang berubah, pengaruh buruk jadi hal biasa udah bukan jadi bahan becandaan lagi, tapi semua orang terancam dengan yang namanya “terbuai dengan dunia yang fana”.

Diingatkan lagi juga tentang pentingnya bersama-sama dengan orang yang sama-sama memperjuangkan “ukhrowi” agar saling membantu, mengingatkan, bergotong-royong untuk sama-saa berbuat baik dengan cara yang benar, yup,dengan cara yang Allah ridoi.

Ya Allah, masih jauh dari sempurna amalkami ini di bandingkan dengankarunia dan kemudahan yang selalu Engkau beri, Engkau cukupi.

Wahai Dzat yang memelihara langit dan Bumi juga seisinya, senantiasa bimbinglah kami.

Dan bila kami tersesat dan menjauh tanpa kesadaran kami, berilah kami petunjuk selalu ya Allah. Amiin.

(saran : tonton juga video yang di upload setelah kematian beliau, berupa “pesan kematian”yang mengharukan).

Semoga Allah mengampuni dosanya dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya Amiiin.

Bandung, 31 Mei 2018

Continue reading Belajar Dari (alm) Ali Banat

Posted on Leave a comment

Status Kita

Inspired by: Ngobrol dan diskusi sama Sahabat hari ini.

STATUS KITA

“Facebook, Twitter, Instagram, BBM, bahkan Whatsapp sekali pun, selalu nanya status kita hari ini. Trus pernah nyelami diri dan bertanya gak, sebenernya status kita di mata Allah kayak gimana? Udah di jalan yang Allah suka belum selama ini? Udah pantes jadi hamba-Nya yang diberi jalan keselamatan atau gak? dkk. #SelfReminder

Continue reading Status Kita

Posted on Leave a comment

Tugas Februari, untuk CERIA 2018

💓Tugas Februari, untuk CERIA 2018

Mengenal Postpartum Depression dan Baby Blues

💛Yang sdh punya anak :
Bagaimana perasaan saat memiliki anak pertama?

Meski klise, tapi pas lahir Atta rasanya haru biru. Lega, bahagia, gak nyangka, hening. Status berubah jadi ibu, ada seseorang yang membutuhkan aku di dunia ini sekakigus jadi wasilah rohman rohim-Nya itu tanggung jawab yang berat sekaligus membahagiakan. Alhamdulillah, gak sempet ngerasain baby blues karena qodaruullah suami dan kekuarga kasih support dan dukungan cinta yang penuh.

Bagaimana masa mengasuh anak ini dilalui?

Continue reading Tugas Februari, untuk CERIA 2018