Posted on Leave a comment

Inspirasi “List to learn” di 2018

Menuju 2018 biar berfaedah, yang pasti NO BEGADANG.
Sambut tahun baru dengan fiaik dan pikiran yang segar dan istirahat yang cukup. (Kecuali pejuang ASI yang memang ada alarm indah dari sang Bayi atau memang ngelakuin sesuatu yang berfaedah #Eaaa).
Ada beberapa inspirasi yang bisa di kerjakan/ pelajari di tahun 2018.
1. Belajar ilmu agama (of course, karena bekal untuk nanti di hari pertanggung jawaban kan?)
2. Belajar ilmu komunikasi. (Karena selain ibadah ke Allah, kita sering berhubungan dengan manusia, jadi ini oenting banget. Komunikasi ke keluarga, pasangan, anak, sahabat, dkk).
3. Belajar rajin membaca.
4. Belajar makan dan masak makanan yang sehat. (Fisik sehat kan investasi ya. Misal : ngurangin minuman kemasan, bawa tumblr kemana-mana, ngurangin sampah botol juga kan, dan nelajar masak masakan sehat, hihi.)
5. Belajar time management (bikin timeline,to do list, evaluasi, repeat.dkk)
6. Belajar nabung. (Kali buat biaya resepsi #Eaaa. Pake autodebet u/ biaya pendidikan anak atau keluarga u/ biaya darurat atau fullfill ur dream maybe)
7. Belajar menulis. Yup, Writing is healing.
8. Belajar upgrade skills (biar naik kelas)
9. Belajar bebenah (dan jadi pembiasaan. Misal : tiap beli baju yang baru. Ada barang yang kita keluarkan/ hibahkan, jadi hak numpuk.
10. Belajar mudah mengevaluasi diri. (Gak semua orang gampang untuk bercermin deep inside, ngobrol sama diri sendiri, padahal bisa jadi sumber kebahagiaan kan, mental healing).
11. Belajar mendengarkan orang lain (jangan sampai social media made us unsocial )
12. Belajar ilmu parenting.
(Di cicil yuk, meskipun belum nikah, krn kita kan madrosatul ula. Apalagi para pria, Sang Kepala Sekolah).
Sekian.
Sok tambahin sendiri, pasti jadi keluar banyak ide juga.
Semoga bermanfaat.

 

(#NTMS, #NgigetinDiriSendiri)

Posted on Leave a comment

Perlembut Jiwa

Kenapa yah dari dulu, tiap kali ngobrol sama Bapak, selalu nagih. Jam 23.30 baru kelar ngobrol, padahal Bapa baru dateng jam 21.00, tapi ya seru aja, dan ngerasa sayang aja kalo pulang kampung, gak sempet ngobrol seru sama Bapa.

Isu Lokal dan Isu Internasional

Di Desaku ini lagi pemilihan Kepala Desa, dan Bapa berpesan : Jangan lupakan isu lokal juga. Akhirnya kita ngobrol panjang lebar juga tentang proses dan perkembangan di desa-desa, intinya Bapa berpesan :

“Cintailah kejujuran, karena itu akan menyelamatkan”.

Perlembut Jiwa

Bapa berpesan lagi, “kita bisa dengan mudah menilai seseorang, bila kita mengasah terus untuk memperlembut jiwa. Kunci kemenangan dalam belajar, adalah saat hati dan jiwa lembut, tenang, dan hanya dengan dekat sama Allah, hati tentram”.

Memilih Profesi

Meski Bapa tidak melanjutkan di kampus kesayangannya (ITB), karena memilih merawat orang tua beliau yang sakit, tapi ku rasa, justru keberkahan hidup Bapa hingga hari ini adalah karena keikhlasan Bapa berpegang teguh pada kebenaran dan kebaikan, bukan berarti melanjutkan kuliah tidak baik, tapi hanya yang lebih penting saat itu adalah merawat ortunya, tapi karena gigihnya Bapa belajar, Bapa tetap Insinyur kesayangan kami sekeluarga, karya-karya jembatan, membuat sistem pabrik, projek aliran arus banjir, dan banyak prestasi-prestasi lainnya yang ya Allah, aku sebagai anak merasa bangga dan bahagia.

Dekatlah hanya dengan orang baik

Menjadi orang berpengaruh (minimal di Desa) itu sesuatu ya, pasti ada dampaknya, dan untuk kebaikan. contohnya pemilihan kepala desa ini, Bapa yang gak pernah mau terlibat dalam dunia ini, akhirnya memilih terlibat karena udah ngeliat banyak keanehan demi keanehan lainnya, Bapa dengan 6 orang (Para ulama dkk), berhasil membuat para warga memiliki kepercayaan baru kepada sang calon. Kalo jaman instagram-nya mah, di endorse lah sama Bapa dan dkk. Jadi penting loh untuk menjadi orang baik dan “bersama” dengan orang-orang baik.

***

Lanjut nanti deh, karena mau ngisi acara besok di UIN, dan malem ini masih di Indramayu.

:”)

Ya Allah, tolong Mampukan hamba.

(kemaren abis keracunan pula, hikz)

 

Jatibarang, 15 Desember 2017

Posted on Leave a comment

Menjaga Keseimbangan

Setiap mau LDR (kayak tadi malem), suami bilang:

“Selama aku ga ada, kemenangan kecil apa yang mau dilanjutkan dan apa yang mau dilakukan?”.

Dilempar pertanyaan itu, seolah lupa pada “ruang galau” karena langsung mikir keras apa aja yang mau dilakuin.

“Selalu jaga Atta dan rumah sepenuh hati, mau makan makanan sehat, lanjutin kerjaan (rekap jadwal), dan lanjutin baca buku yang belum kelar.”
Continue reading Menjaga Keseimbangan