Posted on Leave a comment

Memberdayakan diri mulai darimana?

 

Minggu lalu, salah satu rangkaian kegiatan acara yang berkesan adalah melakukan perjalanan bareng mas Uta, sahabat dan (meski end up kita pisah gerbong, tapi seru.haha) dan disambut dengan kehangatan orang-orang di Solo.

Penyaji Materi WOMEN EMPOWERMENT

Di suatu malam, sembari kami membahas salah satu project Komunitas Hujan Safir Solo Booth camp training, yakni kegiatan para muslimah secara intens dari pagi sampai sore “ala Pesantren Kilat Hujan Safir” Bandung, dengan kurikulum yang kami sesuaikan, kami pun diminta untuk ngisi sharing session tentang Women Empowerment. (H-1..kyaaaaa..bakal sharing opooo ikiii).

Tapi akhirnya, singkat cerita malam itu juga rela begadang buat materi. (Aku ini orangnya grogian dan takut mati kutu kalo depan orang, jadi mempersiapkan diri dan materi tuh hal yang wajib demi mempersembahkan yang terbaik #Eaaaa). Continue reading Memberdayakan diri mulai darimana?

Posted on Leave a comment

Kebaikan Alam yang (tak) Terbatas

Masih dari pengalaman rangkaian kegiatan sebagai salah satu peserta di #DanoneBloggerAcademy , program #DBA2018 berikutnya setelah akademi menulis adalah melakukan #FieldtripDBA2018 di beberapa perusahaan Danone, seperti PT SariHusada, program CSR di Desa Pertanian Terpadu Kemudo, dan kunjungan ke Merapi Project. Selain itu, salah satu kunjungan yang paling berkesan adalah ke Pabrik Aqua yang besar, di Klaten.

Continue reading Kebaikan Alam yang (tak) Terbatas

Posted on Leave a comment

Adonan Kebahagiaan di Danone Blogger Academy

Satu hal yang aku syukuri setiap kali ikutan acara adalah suami selalu ridho dan merestui (selagi dia bisa nge-handle Ziyad bareng sama Mamah, acara yang Fifi ikuti bermanfaat dan bisa dipertangung jawabkan dunia-akhirat). Merasa beruntung punya suami yang ngerti banget bahwa istrinya pembelajar dan seneng belajar. Hal ini yang membuatku berani untuk ikutan “Danone Blogger Academy”. Terlebih, programnya menarik. Bismillah, awalnya nyoba “iseng dengan kesungguhan hati”, apa lagi emang Fifi lagi mau belajar tentang ilmu nutrisi, gizi, kesehatan, dan topik-topik terkait lingkungan.

Danone Blogger Academy adalah salah satu program yang dikolaborasikan bareng Kompasiana demi terwujudnya Blogger yang berkualitas. Program ini adalah program pengayaan kepada Blogger seputar bidang nutrisi, kesehatan dan tematik lainnya demi terciptanya konten kesehatan ala warga net yang berkualitas. Programnya terdapat 4 tahap :

1. Akademi Menulis. Jujur, bahagia banget belajar sekaligus meningkatkan kemampuan menulis. Selain itu, topik yang dibahas adalah topik yang lagi Fifi suka juga buat menunjang diri menjadi orang tua dan social activist, yakni seputar kesehatan, gizi, nutrisi dan lingkungan

2. Field Trip (Tahap ini dilakukan dengan visit ke salah satu perusahaan Danone di Klaten.

3. Pembuatan Karya

4. Graduation Day
.
Continue reading Adonan Kebahagiaan di Danone Blogger Academy

Posted on Leave a comment

Cari tahu sikap dasar penulis dan kepenulisan yuk!

Menulis adalah profesi yang tidak akan hilang. Peninggalannya bisa jauh lebih panjang dari usi Sang penulis itu sendiri. Di era digital, kebutuhan menulis bukan hanya untuk penulis atau jurnalis. Kini, era informasi adalah miliki publik, setiap orang bisa menulis, minimal buat status di sosial media, caption di instagram, atau jadi content creator untuk vlogging ala-ala youtuber.

Di rangkaian acara #DanoneBloggerAcademy, Wisnu Nugroho memberi bocoran apa saja sih sikap dasar yang di perlukan oleh seorang penulis ;

 

Skeptis

Skeptis adalah sikap untuk meragu-ragukan, tentu bukan tanpa alasan. Akan tetapi agar timbul keinginan untuk menggali lebihj auh sehingga menghantarkan diri untuk mencari kebenaran.

Kenapa harus skeptis?

“jangan mudah percaya dengan apa yang kamu baca di internet, hanya karena ada foto dan quote di sebelahnya.”

Karena dengan tidak memiliki sikap skeptis, yang bahaya adalah seperti yang terjadi saat ini, masyarakt yang menelan mentah-mentah.
Dengan sikap skeptis, akan muncul tulisan-tulisan yang kaya dan berdaya.

Makin sederhana, makin kece

Fakta bahwa banyak generasi millenial, dan benda yang ertama kali di cari sat bangun tidur adalah gawai, dan orang dapat informasi dari gawai, sehingga gaya kepenulisan di online lebih pendek dan praktis. Meski tantangannya adalah, kedalaman tulisan terabaikan, tetapi tulisan pendek di sarankan, maks. 400 karakter.

Kenali Pembaca

Menulis adalah proses berpikir. Bila tulisan dapat dibaca tanpa bersusah payah, disebabkan kesulitan yang besar telah hilang dan di telan oleh penulisnya. (Enrique Poncela, Penulis Spanyol).
Mengenali siapa sasaran pembaca, dan menjadikan pembaca sebagai support system dan partner, akan menghasilkan tulisan yang jujur dan rendah hati tanpa mengabaikan sikap menggali bahan secara detail.

Bagaimana?mudah kan?
Semoga bermanfaat.
Terakhir,
Menulis adalah sepi, sendiri. Yang gak kuat sepi, menyendiri. Akan sulit. #Eaaa

Semoga bermanfaat.

Posted on Leave a comment

Bijak Berteknologi

Kemarin, tanggal 22 september Fifi di beri kesempatan untuk menjadi moderator pada kegiatan seminar parenting Kakatu, pembahasanya tentang “Mendidik Anak di Era Digital”, dengan pemateri Dra Yeti, Saad Ibrahim dari Kakatu, dan Teh Gaida.

Sebenernya agak deg-degan karena tiba-H-1 keracunan makanan, muntah hebat dan diare, pun suami lagi ada deadline dari salah satu Client di Amerika (kan kita cuma berduaan, ngasuh bayi), tp Qodarullah bisa selesai tepat waktu, dan perutku yang melilit, membaik.

Bismillah, langsung aja ya, dalam rangka pengingat prribadi, dari segi parenting, mas uta sama aku percaya daripada menjauhkan anak dari “anti gadget atau jangan terpapar banget”, kami memilih untuk mengajarkan anak bijak berteknologi kelak, mengajarkan mereka “berenang” dengan cara  berusaha membangun “self-control” yang baik, sehingga siap dan kuat menghadapi era millenial, yang mana pengikisan tauhid, akhlak, norma-norma yang baik, perlahan hilang, na’udzubillah.

KANTONG JIWA

aku dan suami pun percaya, dengan mengisi kantong jiwa anak dengan rasa cinta dan kasih sayang, hadir 100% mendengarkan untuk anak, di harapkan anak tumbuh dengan penuh percaya diri, dan menjadikan ortu sebagai sumber kasih sayang dan cinta, (tentu selain kepada Allah SWT yang UTAMA), bukan pada gadget. ya Allah, mampukanlah. amin.

mengutip perkataan Teh Gaida, “merinding emang kalo liat dampak buruk gadget, pornografi, pembodohan, distraction, games, banyak hal yang mengerikan yang bisa hadir dari adanya teknologi ini, namun selain jangan lupa MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH, karena Allah satu-satunya Dzat yang Maha hebat, kita sebagai orang tua harus mampu menyiapkan diri dengan bekal ilmu yang cukup, senantiasa melakukan pendampingnan, dan jangan lupa, siapkan banyak aktivitas fisik dan kreatif lainnya di luar gadget, seperti berolahraga, berkuda, dkk.”

menarik.

Continue reading Bijak Berteknologi

Posted on Leave a comment

Feels Like a Dream : Gontor Journey

(Feels like a dream)

Dulu, waktu masih jadi santri, tiap kali ke koperasi, ada suatu rumah ustadz dan ustadzah yang hanya bisa di kunjungi oleh pihak-tertentu. Istilahnya orang penting san ounya kepentingan.
Sebagai anak baru dan masih bau bawang, sulit rasanya bisa masuk ke ruangan beliau.

Setelah belasan tahun, yakni hari ini, sungguh Allah Maha Baik. Allah Dzat yang Maha mendengar ternyata mengabulkan doa perempuan kecil dulu, dengan skenario terindahnya.
Iya, aku, mas uta, ziyad, Nauval dan kak meyda ada di ruangan ustadz yang dulu aku pernah mimpi mau tau isi dalamnya, untuk acara Bedah Buku Harmoni Semesta.
Jadi, rumah ustadz dan ustadzah ini beralih fungsi menjadi wisma bagi tamu.
See, just keep trying n visualizing your dream and your faith to Allah, than Allah will do the rest.

MasyaAllah.

Jangan pernah putus asa dalam mengharapkan pertolongan Allah, karena Allah swt sesuai dengan prassngka hamba-Nya.

Apa pun impianmu, selagi itu masih dalam rangka ridho Allah, gak ada yang sepele.

Makasih ya Allah.
Maafkan hamba-Mu yang serig menzolimi dirinya sendiri ini.