Pengembangan Diri thoughts

Menjaga Keseimbangan

Setiap mau LDR (kayak tadi malem), suami bilang:

“Selama aku ga ada, kemenangan kecil apa yang mau dilanjutkan dan apa yang mau dilakukan?”.

Dilempar pertanyaan itu, seolah lupa pada “ruang galau” karena langsung mikir keras apa aja yang mau dilakuin.

“Selalu jaga Atta dan rumah sepenuh hati, mau makan makanan sehat, lanjutin kerjaan (rekap jadwal), dan lanjutin baca buku yang belum kelar.”

.
.
Trus setelah beberapa hari pulang, masing-masing dari kita semacem dapet “so much lesson learned” gitu dan share to each other.

Emang penting ya menjaga keseimbangan, baik soal menjaga keseimbangan spiritual (of course, we are as a creation of The Creator), keseimbangan fisik (jadi Ibu atau apapun profesi kita, fisik yang sehat akan menunjang banget aktivitas kita), menjaga keseimbangan emosi (dengan memiliki “ruang khusus”, misal dari hobi dkk), dan juga keseimbangan sosial.

Keseimbangan sosial menurutku cakupannya luas, misal membersihkan harta suami dan aku dengan cara infaq tiap bulan (ada hak orang lain di sana), zakat (pastinya), berbagi dengan sesama, atau bantu campaign sosial. Bisa juga dengan tetep “in touch” sama keluarga (nelpon Mamah, Bapa, Aa) dan sahabat/teman karib, dengan berkunjung atau meminta di kunjungi, dll.

Simple things but really work for me, semacam mengisi (kembali) jiwa yang mengering. Mempertahankan keseimbangan diri dapat menghindarkan kita dari konflik-konflik gak penting dalam rumah tangga yang mungkin tersulut dari ketidakseimbangan yang timbul.

🙂

Credit pict from my best : @estriayubadra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *