Pengembangan Diri thoughts

Menjaga Niat & Cerita Siaware

Menjaga Niat

Semalem, aku dikasih kesempatan buat sharing sebagai salah satu alumni Siaware di Whatsapp. Trus, tiba-tiba hati deg-degan. Sama groginya kayak ngisi acara di depan umum. Dalam hati berkata,

“Ya Allah, jaga aku dari niat yang salah, jaga aku dari ilmu yang salah, aamiin.”

Lanjut siap-siap. 5 menit sebelum sharing dimulai, laptopku nge-hang! Padahal sebagian materi udah kuketik di laptopku.

Akhirnya suami nawarin Macbook-nya, padahal lagi balesin email ke luar negeri. Jam kerjanya kan malem.

“Gapapa, niat nolong istri”, ujarnya. Aku-nya yang nggak enak.

Akhirnya, dimulailah sesi sharing, dengan pertanyaan singkat dan sederhana.

Tiba-tiba jadi inget moment pasca Siaware. Aku yang ngajakin suami, tapi qodarullah, suami malah lebih cepat progress-nya dari aku. 3 impian tercapai dalam kurun 1 tahun! Aku? Butuh 2 – 3 tahun malah.

Manfaatnya Siaware kerasa banget buat kami berdua. Kami sama-sama selesai dengan masa lalu. Dan kalo komunikasi, berusaha dari hati ke hati. Kami pun saling menghargai impian satu sama lain, dan juga saling gotong royong mewujudkan impian kami berdua.

Perubahan terbesar setelah Siaware: semacam jadi titik balik aku buat makin sadar tujuan Tuhan menciptakan kita tuh apa. Kayak ngerasa, “Ya ampuuun selama ini aku kemana aja. Ngabisin banyak waktu buat hal yang nggak berfaedah. Memilih abai sama potensi dan kekuatan diri, nggak bisa handle kekurangan diri, sibuk mikirin apa kata orang lain yang belum tentu benar. Fokus sama masalah bukan solusi…”

Ikut Siaware bukan cuma jadi proses move on-ku, tapi move up, melangitkan karya. Dan semoga bisa membumi untuk tetep down to earth.

Makin ngerasa percaya diri, berani, dan nggak takut buat mencapai impian. Apalagi kalo diniatkan ada kebaikan di dalamnya, Tuhan pasti bantu. Lewat perantara dapat lingkungan yang super baik dan kompetitif dalam kebaikan, dan baaaanyak banget hal baik yang muncul pas aku mau untuk berubah.

Aku jadi berani dan percaya diri. Dulu aku penakut banget. Meskipun keliatannya tomboy dan berani, tapi untuk hal-hal tertentu aku nggak pede dan nggak berani.

Terakhir, dimana pun proses “penempaan diri” teman-teman, semoga Allah kuatkan pundak buat melakui semua aral kehidupan. Semoga kalian sehat-sehat selalu. Sukses buat semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *