Pengembangan Diri thoughts

Status Kita

Inspired by: Ngobrol dan diskusi sama Sahabat hari ini.

STATUS KITA

“Facebook, Twitter, Instagram, BBM, bahkan Whatsapp sekali pun, selalu nanya status kita hari ini. Trus pernah nyelami diri dan bertanya gak, sebenernya status kita di mata Allah kayak gimana? Udah di jalan yang Allah suka belum selama ini? Udah pantes jadi hamba-Nya yang diberi jalan keselamatan atau gak? dkk. #SelfReminder

Kalo aku jadi owner-nya sosial media, dari cara kita semua, para user, update status bisa dilihat: orang-orang nih tergolong orang yang yakin sama adanya Pencipta, atau keyakinan sama Allah udah pelan-pelan terkikis karena adanya keindahan dan kenyamanan dalam hidup?

Padahal, kemaren diingetin lagi tentang banyak ayat dalam al-Quran yang menjelaskan: Allah mengharapkan kita hidup penuh kemuliaan. Ujung-ujungnya bukan hanya kesadaran beribadah, tapi bertambahnya ketakwaan kita. Lagi-lagi self reminder ya.

Gak salah memang, menikmati dunia dengan memanfaatkan segala yang ada di sini. Tapi jangan lupa, Fi, porsi mengejar kebaikan akhirat kudu lebih banyak. Bahkan dalam al-Quran pun ada doanya yang mengatakan bahwa:

“Semoga senantiasa ada dalam kebaikan dunia, dan mendapatkan juga kebaikan akhirat.”

Tapi tiba-tiba refleksi diri. Apa bener dengan status kita di mata Allah sebagai “‘Abdun” (hamba) udah layak mendapatkan kebaikan akhirat? Jangan-jangan masih jauh.

Iya, kita mendapatkan kebaikan di dunia. Kenyamanan beribadah; mendapatkan rizki yang tercukupi; suami, anak, dan keluarga yang Qurrotaa’yun misalnya. Tapi ternyata, na’udzubillah, kita masih jauh dari layak mendapatkan kebaikan akhirat.

Kenapa ada khutbah di hari Jumat? Mungkin Jumat jadi hari yang penuh refleksi (apalagi kalo para khatib ceramahnya dari hati ya). Mungkin khutbah itu akan jadi pengingat setiap minggu untuk para nakhoda layar, sang Imam dalam kehidupan rumah tangga, dan para Bapak-bapak bahwa standar keselamatan hidup ya menjadi muslim dan bersama-sama dengan orang yang beriman dan ber-Islam lainnya (Ittaqullaha haqqo tuqotihi wa la tamutunna illa wa antum muslimun).

Semoga ini jadi catatan pengingat diri. Selain update status, update juga hati dan diri dengan kembali bercermin: bagaimana status kita di hadapan Allah? Sudah baikkah kita?

Bandung,16 Maret 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *