thoughts UFO Family : Kisah Rumah Tangga Muda

LDR = Meningkatnya Produktivitas

 

Sebagai orang tua yang fully work at home, momen ketika kami berpisah menjadi suatu kejanggalan sekaligus keistimewaan tersendiri. Seperti hari ini, ditinggal mas Uta 3 hari ke Samarinda.
Biasanya dikit-dikit minta tolong. Sambil beliau kerja, aku titipin bayi ketika aku bertugas cuci piring dkk.
Sekarang harus putar otak; I do it by my self. Bisa? Bisa karena terpaksa, kemudian menjadi biasa dan kebiasaan. Mas Uta selalu bilang: “tiap kali ditiggal, produktivitasmu meningkat Fi. Harus rutin aku tinggal gitu ya. Hahahaha.”

Tapi bener loh. Kerasa. (dengan catatan tingkat dan ukuran produktivitas seseorang berbeda-beda yah, relatif).


Dalam hal besar, tentang membangun hubungan keluarga misalnya. Mas uta sebagai imam, selalu sadar, kapan waktunya berlayar kencang dan pergi ninggalin istri beberapa saat untuk kembali pulang. Pulang dalam makna sebenarnya.

Mempersiapkan peradaban bagi kami adalah tentang kemauan meningkatkan kapasitas diri setiap hari, mau saling mendukung satu sama lain untuk bisa bertumbuh dengan keunikannya masing-masing dan hal-hal yang ia suka.
Kemampuan mendengar dan melakukan komunikasi produktif, suami yang siap menurunkan ego kapan pun saat istri butuh di dengar dengan perasaan nyaman, istri yang mau menurunkan ego untuk ketaatannya pada sang Imam, yang akhirnya tercipta porsi seimbang, sehingga sebesar apapun gemuruh badai bisa kami lerai.

Pernikahan bagi kami yang seumur jagung ini adalah proses panjang yang menyenangkan. Bagiku terutama si jiwa explorer, setiap tahun selalu penuh kejutan. Ada yang mendekatkan kita pada tujuan, ada yang harus puter arah sambil cari tau cara-cara Allah kasih jalan terbaik dengan kegagalan demi kegagalan.That’ts life.

Untuk hidup yang gak abadi aja, kita mempersiapkan 100%, baik diri maupun hati.
Apalagi ditambah ada tujuan akhir kekal yang ingin kami sebrangi dengan cara-cara mulia.
Pasti perlu pengorbanan dan keringat yang dua kali lipat bukan? Tapi tak apa. Selama Allah adalah satu-satunya penolong, kekuatan apa lagi yang kita perlukan di dunia ini?
Selain ketaatan dan berkiblat pada Rosulullah, suri tauladan terbaik mana lagi yang perlu kita risauhkan?
Selain petunjuk Allah dengan kelembutan hati dan Al-Quran sebagai cahaya dan pembimbig kehidupan, adakah yang jauh lebih menyegarkan?

#SelfReminder

Sayang sama mas Uta, Ziyad dan sekeluarga karena Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *