Pengembangan Diri Travel

Kebaikan Alam yang (tak) Terbatas

Masih dari pengalaman rangkaian kegiatan sebagai salah satu peserta di #DanoneBloggerAcademy , program #DBA2018 berikutnya setelah akademi menulis adalah melakukan #FieldtripDBA2018 di beberapa perusahaan Danone, seperti PT SariHusada, program CSR di Desa Pertanian Terpadu Kemudo, dan kunjungan ke Merapi Project. Selain itu, salah satu kunjungan yang paling berkesan adalah ke Pabrik Aqua yang besar, di Klaten.

Kami melihat secara langsung 16.000 botol/jam dihasilkan di dalam pabrik besar ini. Tentu dengan safety procedure yang sangat tinggi dan super ketat, sehingga semua proses, yang hampir seluruhnya menggunakan mesin, bisa makin efektif.

Pemandangan pertama kami sebelum masuk ke ruangan adalah susunan-susunan galon yang tak terpakai yang nanti akan di cacah halus. Selain pengelolaan daur ulang sampah yang baik, air pun disini dikelola sedemikian rupa sehingga tidak ada yang terbuang.
Seperti penggunaan air untuk menyiram tanaman dan untuk flash di toilet, menggunakan air daur ulang.

Kami pun di beri pemaparan secara menyeluruh mengenai proses sumber mata air pegunungan di pabrik Aqua yang mengalami proses yang sangat panjang. Kebaikan alam yang diproduksi dengan tepat disini melalui proses yang panjang mulai dari persiapan pemeliharaan di hulu untuk mengoptimalkan resapan air yang baik, hingga hilir dan edukasi terhadap masyarakat sekitar khususnya Petani yang membutuhkan air sehingga tidak menimbulkan konflik sosial.


Bahkan Petani diajak langsung menelusuri “rekam jejak” air yang bisa menghambat, sehingga masyarakat sekitar sama-sama menjaga air dengan baik.
Setelah keliling pabrik, kami diajak langsung ke sumur kebaikan di mana air mineral Aqua diproduksi. Terdapat 2 titik “rumah sumur” (SOP sumur dibangunkan seperti rumah kecil untuk menjaga higienitas air”), yang satu titik untuk bisa dinikmati para warga masyarakat, dan yang kedua adalah satu sumur untuk memproduksi air. Saat kami masuk ke dalam, dan sumur pun dibuka, kami tertakjub-takjub melihat ke-Maha-besaran-Nya melalui satu titik sumur ini.

Waduk yang usia airnya mencapai 1500 tshun. Bening.

Meski 70% bumi kota terkandung air, hanya ada sekitar 1% yang bisa dinikmati, salah satunya yang saya lihat di depan mata kepala saya sendiri.
Tak jauh dari sumur di mana sumber air mineral aqua berasal, terapat waduk bening yang juga memiliki kekayaan mineral yang tinggi, dan disebut air purba karena usianyaebih dari 1500 tahun. WOW!

Perjalanan field trip ini bukan hanya rangkaian kegiatan yang menambah wawasan secara faktual, akan tetapi kami diajak untuk berjalan-jalan spiritual karena terkagum-kagum dengan semua kebaikan alam yang diberikan Tuhan untuk kita nikmati.
Semoga bisa menjadi salah satu dari kumpulan orang baik sehingga alam tetap baik. Karena bumi terlalu sesak dengan mereka yang jiwanya rusak dan merusak bumi.
Kebaikan alam bila dikelola dengan bijak dan baik, akan tak terbatas kebermanfaatannya bahkan untuk generasi berikutnya, tugas kitalah yang perlu menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *