Travel

Safar ke Jepang bareng Suami dan Bayi. Sebuah Prolog

MasyaAllah.. semua kuasa Allah bisa berangkat ke Jepang 3 hari lagi. inget banget pas tahun pertama nikah, Allah hadiahi Mas Uta Umroh gratis dan ke Turki, tiba-tiba aku spontan nanya ke Mas :

“for next, kalo trip perdana ke LN sama aku nanti, negara mana yang mau dikunjungi?”

 

spontan jawab :

“Jepang.”

kalo kamu Fi?

“Marocco, Afrika.”

 

dan qodarullah, tahun lalu ada travel fair, sebenernya tanpa ikut ngantri samsek, bahkan gak dateng ke TSM. punya bayi mah mikirnya yang simple aja. dan ternyata iseng hubungi Fany yang punya travel gitu, semua dari A-Z di urusin dan di bantu di booking-in cari tiket harga terbaik. tentu maskapainya Garuda, karena pertimbangannya bawa bayi. (kalo kita mah, air asia juga aman.)

dan tarraaaaa..

ini akan jadi perjalanan keluar negeri kami bareng sama bayi, travel ke jepang bareng bayi yang sekarang usia Ziyad 1 tahun 9 bulan, masih infant dan belum dikenakan biaya samsek kalo pas jalan-jalan, kalo maskapai kena 10% belum 1 tiket full, alhamdulillah.

dan alhamdulillah, 1 tahun kemudian di hari ini, di 5 maret 2019 besok, kami akan pergi ke Jepang selama 11 hari.

bismillah..

semoga bisa berbagi sedikit tentang persiapan perjalanan.

 

sebelum berlanjut ke detail persiapan, kenapa sih mau capek-capek booking 1 tahun yang lalu buat safar, buat apa?

 

Safar sebagai tawazun (keseimbangan).

 

sesekali budget-in susun itienary dalam rangka liburan, biar bisa tilawah al-quran di belahan pulau atau negara lain, sambil bonding dan keluarga, juga biar makin happy karena gak mikirin kerjaan mulu. yups, safar adalah bagian dari menjaga keseimbangan, sambil melihat ke-Maha-Besarannya. nentuin initienary di negara minoritas tapi msa uta pengen tetep berusaha solat 5 waktu di musola atau masjid, jadi seseru itu masyaAllah. jadi niat dulu yang utama.

soal rezeki? ah..
Allah Maha Kaya. dengan bersiap, InsyaAllah Allah bukakan jalan. mimpi aja dulu dan rencanain. kan kita mendekatkan pada apa yang kita tuju, kalo masuk ke plan aja belum pernah, apalagi kejadian kan. semangaaat!!

 

safar melembutkan hati

 

tentu dong, di 3 tahun pernikahan ini, kami mengalami roller coaster yang super seru dan banyak badai juga. #Eaaaa.. dengan safar, insyaAllah bisa melembutkan hati kita. gak perlu ke luar negeri kok. aku sama mas uta suka random jajan tradisional ke mana gitu, daerah kampung kita aja banyak yang belum dikunjungi, kayak kemaren di Jaksel, kita sering lewart daerah kampung betawi. lucu-lucu bangunan rumahnya. kerasa banget jaman dulu Indonesia tuh guyub banget dan akrab sama tetangga, gak individualis, hikz.

jadi, safar insyaAllah bisa melembutkan hati asal di niatkan ibadah, karena insyaAllah bakal reflek liat negara yang baru dengan ucapan dzikrullah, insyaAllah semoga yaaaah.

selain itu juga, dengan ketemu sama orang-orang baru, budaya baru, juga akan meningkatkan toleransi, rasa lapang dada menemui perbedaan, asal gak mengganggu kan?

aku percaya Rosul nyuruh kita dakwah, tapi dakwah ada levelnya, dan di ayat kan bilang menyeru degan cara yang ma’ruf dan mau’idzoh hasanah, kalo udah saling sepet dan nyinggung, bikin gak nyaman, orang makin ngibrit sama islam.

 

yuk ah, jangan luap tersenyum. hihi.

 

Safar meningkatkan konektivitas kita dan

pengalaman baru

 

yups, aku percaya dengan safar atau melakukan perjalanan baru, adalah tentang membangun konektivitas kita sama Allah, jadi makin bersyukur sama semua nikmatnya. jadi terhubung juga sama kita sekeluarga, bonding, kan harus kompang karena kita backpaker-an tanpa siapapun. (meskidirumah udah biasa juga, tanpa membantu.),tapi kalo di luar negeri, pasti beda rasanya.

gimana caranya kita susun se-simple mungkin, persiapan gendong Ziyad 12 kg kemana-mana tanpa stroller, pasti kan butuh gendongan yang proper. so far, ergobaby masih brand terbaik sih yang bisa ngurangin rasa pegel.

selain itu juga, kita akan terhubung juga sama alam, (ini karena banyak initienary-nya ke alam), semoga jadi makin sadar juga untuk menjaga lingkungan. selain itu, di Jepang tentu terkenal dengan pengolahan sampahnya yah. masyallAh. ada daerah namanya kamikatsu (semoga bisa kesana), yang mengolah sampah dan mengkategorikannya sampai 34 bagian. kita, organik sama non organik aja masih kecampur2 ya Allah, (semoga bisa liat langsung kesana ), amiin, meski aku belum dan bahkan masih belajar banget buat hidup #minimsampah, tapi aku mau belajar, ;”), minimal mengurangi super pelan-pelan.

selain itu juga, tentu saling terhubung sesama manusia yang baik. pokoknya, ramah ramah, senyum itu penting. gak papa gak bisa lancar bahasa suatu daerah juga, tapi bahasa tubuh kita juga kan yang utama. jangan sampai gerak gewrik kita kayak yang mau lamar kerja disana, atau cemberut kayak orang mau cari ribut, hahaha. jangan deh.

gak nyaranin.

 

nah, mohon doanya terakhir, semoga kami bertiga diberi kelancaran amiiin.

kalo mau sharing berikutnya, kira-kira topik apa y ah?

boleh komen disini, atau di DM instagram atau komen. boleh.

 

see u.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *