Hujan Safir Community thoughts UFO Family : Kisah Rumah Tangga Muda

Day 9 : Little Happiness

Hampir 1 tahun Mas Uta bertahan dengan Hpnya yang lama, lanjut pindah ke Iphone 5sku yang dipake admin, tetiba keyboardnya pada gak bisa nyala, dan akhirnya menyerah sampai titik beli hp baru. MasyaAllah barokallah Mas Uta, InsyaAllah semoga makin lancar ibadahnya, muamalahnya, dan bisa ningkatin produktivitas Mas ya amiiin.

Mas nih tipe yang mirip Bapak banget. Kalo Baju kancing copot, aku seneng betulin, gak beli benda kecuali super rusak dan udah ledek banget. (Meski Dia jauuuuh lebih apik.), makanya pas aku tertarik di dunia conscious living, He’s totally agree with me dan bukan hal yang sulit buat Beliau adaptasi. Karunia Allah. :’)

Tadinya mau ke BEC sendirian, karena aku gak enak badan, tapi dengan senjata pamungkas, bahwa jalan-jalan always succesfully made feel so much better, and a very simple medicine for me, akhirnya ikut juga ke BECnya. Hihi.

Lanjut ketemu DKM sama Mas Uta, Husna dan Hani. Alhamdulillah pertama kali kami cari tempat tinggal adalah mencari Masjid yang nyaman. Pas pindah kesini, sangat diterima dengan baik, ikatan remaja masjidnya juga pada aktif, banyaknya pengurusnya anak-anak SMP tipe yang Sunda banget, baik, santun, ramah. Alhamdulillah kami dilibatkan untuk bantu DKM buat jadi Pembina remajanya. Mas Uta mewakili Hujan Safir tadi pas sambutan sekaligus bahas rencana program kedepan  yang bakal kami jalanin, program sederhana untuk meningkatkan softskills dan kapasitas remaja, khususnya di bidang yang kami pernah belajar di dalamnya, dan MasyaAllah yang antusias sering ngajak ketemu dan rapat, mereka semua. ;). terharu aku tuh.!

Nah, sore tadi lebih ke koordinasi untuk acara Pesantren kilat Hujan safir yang tinggal 5 hari lagi. Yey!. Doakan lancar yah. (masih bisa daftar loh.) langsung cek IG @hujansafirid yah. Yuk silaturahim temu kangen! Semoga bisa jadi nambah amal soleh sekaligus ikhtiar kecil-kecilan kami untuk mengalirkan ilmu, dan jadi momen belajar juga, InsyaAllah. :’)

Ziyad juga Happy dan kooperatif banget hari ini. Goals kami buat ngajarin huruf abjad dan hijaiyyah mulai nempel. Sama sounding tentang puasa, bulan ramadhan, dan baca surat al-fatihah. Meski sederhana, kami mau belajar untuk ada pencapaian target sesuatu buat Ziyad, terutama membebaskan anak dan memberikan ruang yang baik buat eksplor. Ya meski kadang kudu siap ngelus dada kalo tiba-tiba numpahin beras atau yang heboh lainnya. Intinya kami saling jaga kewarasan dan saling ngingetin dengan senyuman kalo ini semua adalah bagian dari process learning-nya dia.

so, MasyaAllah. in this injury time, I just wanna say, Thank you Allah. I just feel so blessed with the environment you brought me here. We feel forever grateful ya Robb, for every ni’mah that you gave us.

Kalo misal kembali dan inget sama karunia Allah, lagi didalam kegelapan dan kesusahan yang gak ada ujungnya, mungkin jadi biasa kalo tiba-tiba mau kembali ke cahaya-Nya. Tapi justru, belajar untuk memiliki pembiasaan yang baik untuk makin bersyukur saat mendapatkan kebahagiaan kecil, semoga bisa menjadi pembiasaan baik untuk kesehatan hati, jiwa, raga kita, dan yang utama adalah, melatih keyakinan kepada Allah.

Jadi inget, sharing dari diskusi sama Husna, Hani tadi pas buka.

Bahwa, kenapa dalam Al-Quran, Sifat Allah Assami‘  (Dzat yang Maha Mendengar) selalu dekat dengan 3 asma lainya :

  1. samii’an bashiiro
  2. samii’un ‘aliim
  3. samii’uun Qoriiib

Salah satu fasilitas penciptaan Allah adalah Potensi Pendengaran. Mendengar adalah salah satu gerbang kita mendapatkan banyak hikmah dan pembelajar. Makanya salah satu ciri Pemimpin yang baik adalah kemampuan mendengarnya. :’)

Nah! kaitannya apa dengan sifat Allah yang Maha mendengar?

Saat kita meminta pertolongan atau memohon banyak harapan kepada Allah, sami’un ‘aliim, sesungguhnya Allah Dzat yang Maha mendengar, sekaligus  al’aliim, Maha mengentahui situasi dan kondisi terupdate kita ;”)

samii’un bashiro, selain Allah Maha mendengar, Allah juga Maha melihat, ketika hamba-hambaNya berusaha merayu dan mengadu kepada-Nya.

dan, saat kita kembali merajut kasih melalui doa saat ujian melanda, Allah pun ingin kembali mengeaskan kepada Hamba-Nya bahwa Dia Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Subhanallah.

Untuk itu, mari kita rayakan kebahagiaan kecil kita dengan perbanyak syukur kepada Allah, dan terus senantiasa meminta petunjuk, doa dan pertolongan kepada-Nya. Karena kita gak pernah tau, amal soleh mana yang mengundang keberkahan dan rahmat-Nya, dan belajar mawas diri, karena kita pun gak tau, amal buruk mana yang bisa menjatuhkan kita pada murkan-Nya, na’udzubillah. 🙁

 

Maafin aku juga ya kalo ada salah-salah kata. Semoga bisa jadi self-reminder buat kita semua. amiiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *