event + workshop +just my word

Day 18 : Just do whatever your heart tellin you to do

aku dan suami sepakat untuk saling belajar terlibat dalam pengasuhan kepada anak mulai dari Ziyad dalam kandungan. kami memutuskan hal yang bagi sebagian orang terlihat tidak umum, kami menabung selama beberapa bulan, dan suami memilih resign dari pekerjaan yang juga passionnya, fokus membangun studio yang selama ini hanya menjadi part time penghasilan, dan kami memutuskan untuk hijrah ke Bandung, dengan alasan ikhtiar persalinan dengan nyaman, melakukan ikhtiar terbaik, dan mengikuti kelas amani birth tentang filosofi kehamilan dan persalinan yang islami, untuk kami para orangtua agar bisa memberdayakan diri.

aku melihat keseriusan mas uta selama mengikuti kelas dan mengerjakan dengan baik semua PR yang kami bawa pulang. mas selalu stand by untuk semua peluh dan pedihku selama kehamilan. He’s so calm and so patient masyaAllah. kerja di malam hari, dan siang hari sibuk ngecek aku baik-baik aja.

aku tau, keresahan yang dia rasakan, bahwa pemahaman tentang pentingnya Ayah untuk terlibat dalam pengasuhan didapatnya dari komunitas yang ia bangun bersama rekan-rekannya di YISC al-Azhar, bersama Ustadz Bendri. yakni forum usroh. Bersyukur punya suami yang faham dan terinspirasi dari ayat al-quran yang banyak terlibat percakapan anak adalah bersama sang ayah-nya, meski tanpa mengesampingkan peran aku sebagai istri sekaligus ibu dari anaknya.

kami  perih bersama untuk menjadi gelas kosong dan kembali belajar dari awal, mulai dari proses persalinan yang nyaman, sampai metode happy parenting. kami juga pernah mengikuti International islamic parenting, dengan narasumber trainer muslim dari kanada yang mengupas tentang how to be a mindful family for stronger ummah. dari sini pula, kami kembali ternginang, tentang pentingnya peran unit kecil bernama keluarga, dengan keberdampakannya pada peradaban. kejawab kan? rasa khawatir yang sebenernya belum tentu ada adalah sebenernya kembali ke tentang keyakinan kepada Allah dan pertolongannya begitu dekat, sama kurangnya ilmu yang kita miliki, ya solusinya belajar dan belajar. jangan sungkanuntuk bertanya kepada sahabat2 yang sudah melewati prosesnya, atau membaca buku. buku juga salah stu sumber informasi yang bisa kita elaborasi sesuai dengan kebutuhan kita.

kini, setelah 2 tahun kami menjalani kerja dirumah bersama-sama dan belajar bersama-sama, kami sadar bahwa “anak adalah anugerah sekaligus amanah dari Allah” yang mana membuat kami sebagai manusia dewasa terus merasa menjadi gelas kosong, dan menjadi sarana kami terus belajar. kami selalu dibuat kagum setiap harinya akan kasih sayang Allah, dan tentu campur tangan Allah dalam pembinaan anak kami.

suka tib-tiba amazing aja gitu sama tingkahnya. semoga kami bisa terus menjadi orangtua yang pembelajar dan amanah.

ada satu hal yang paling kami berusaha terapkan adalah, pentingnya membangun hubungan bersama anak secara emosional dan membentuk pengalaman yang baik, bukan hanya mengedepankan hubungan anak-anak kami bersama benda, mainan, atau makanan tertentu. ini adalah tantangan sekaligus ujian yang tentu banyak orangtua lain yang berhasil, sehingga kami ingin terus mencoba.

so here we are, our simple family, just want to feel grateful and we feel so blessed for everything that Allah brought us here.

kami juga ingin menjadi kawan #Orangtua sederhana lainnya dalam masa pengasuhan ini. Dengan segala kerendahan hati,  kami ingin sekali kita berkawan dan bersama-sama untuk saling menguatkan. kami tau ini melelahkan mengasuh anak, tapi bila kita berusaha memaknainya detik demi detik, danyakin anak adalah sarana ibadah sekaligus belajar kita, dan tentu investasi dunia akhirat, maka ini sangat worth it untuk diperjuangkan. selamat berjuang!

bila ada sahabat atau kawan yang ingin bertukar pikiran,atau sekedar ingin berbagi dan bercerita, sampaikan aspirasi kalian di :

wa : 081394441017

atau email

act.fifi@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *