thoughts UFO Family : Kisah Rumah Tangga Muda

pengalaman LPDP interview 2019 : Persiapan

 

bismillah, hari ini adalah hari dimana penentuan ikhtiar yang selama ini dilakukan. agak deg-degan juga harus ninggalin Bapa yang abis kecelakaan dengan kondisi sakit, tapi Bapa merelakan dan di back up sama kakak pertama dan orang yg nemenin Bapa, ku harus pergi ke Bandung.

tentang berangkat ke Inggris, dengan tujuan belajar international development and education adalah kesadaran diri sendiri mau lanjut sekolah udah lama sebenernya, dari 2015, tp sempet skip karena kerja di ACT, menikah, dan qodarullah, mas udah dukung dari awal pembahasan kami sebelum nikah, tapi karena ada amanah kehamilan dulu, kami fokus ke anak dulu, sampai akhirnya Ziyad udah 2 tahun, sambil ikhtiar cari informasinya juga pas senggang, and here I am.

kalo  Bapa ridho dan ngizinin selama mas uta dan ziyad ikut, dan suami yg ngelihat potensiku sangat bijak buat lanjut kuliah, dan selama mereka ikut, kami pun memang gak bisa LDR.

melanjutkan kuliah dan kenapa sekarang, selain tunai juga breastfeeding Ziyad secara langung, sehingga insyaAllah makin kooperatif lagi buat belajar, dan adaptasi kami bertiga untuk menyesuaikan ritme belajar dan aktivitas bermain sama anak. dan lagi, bisa kontribusi untuk indonesia (dan islam) menjadi lebih baik dengan adanya aku buat lanjut sekolah, bisa menajamkan softskill aku di leadership dan management people, sehingga bisa membuat karya dan management event yang baik kedepan untuk indonesia yang lebih baik, terlebih untuk perempuan dan anak-anak.

dunia pengembangan diri, personal growth, community development, dan volunteerism aku banyak belajar dan ngerasain manfaatnya, dan di Indonesia, tantangan pendidikan makin kompleks, sehingga butuh ilmu profesional buat makin memperkaya ilmu aku.

dengan menjadi international student, aku juga akan belajar banyak dari pada student lain baik dari negara berkembang maupun maju, yang memiliki tantangan dan berbeda di setiap negara, sehingga kami bisa berbagi cara dan metode untuk menambahkan ilmu kami. dan di UCL ada simon datberger secara spesifik yng menulis jurnal tentang pentingnya peacebuilding yg ditanamkan melalui non-formal education, studi kasus di nigeria, the integration of education, in peace building

dan dr. tamson smith dari sussex has motivated me even more, tentang academic writing, framework yang berbeda membahas tentang membangun mental life long learning pada perempuan, juga parenting yg terkait. family work-life balance.

di 2 tahun ini, kami belajar banget tentnag family work-life balance. Alhamdulillah, aku bahagia banget, dari target mas uta selama satu tahun, bisa tercapai di 6 bulan pertama, tentu perjuangan banget buat kami bisa saling bagi waktu, di sela-sela itu juga, beliau masih selalu sempet bantuin kerjaan domestik, ngurus anak, dan dukung aktivitas aku, masyaAllah, bahagia.

semoga, lelahnya kami memperjuangkan kebaikan melalui dunia pendidikan, khususnya di non-formal education ini, berakhir manis, dan yakin bahwa Allah paling tau kapasitas kita, semoga terus bisa berproses jadi hamba-Nya yang makin baik. amiiin.

cuma mau bilang, makasih banyak dan ngerasa bersyukur sama Allah SWT, dan dukungan mas uta dan ziyad juga keluarga besa, sahabat yang gak henti-hentinya dukung aku, dan percaya aku bisa ngelewatin dan melalui prosesnya satu per satu. semoga amanah ini bisa menjadikanku manusia makin baik lagi. amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *