Posted on Leave a comment

Belajar Dari (alm) Ali Banat

Gak nyangka video 7 menit di 14 ramadhan ini, sukses bikin nangis, dan jadi bahan diskusi dan kontemplasi sama mas uta, ngecek milestone kita sejauh ini udah sampe mana, dan semoga bisa jadi wasilah tazkiyatunnafs juga.

Singkat cerita, beliau adalah Milyarder muda yang super kaya, tapi pas dapet hadiah spesial (ia menyebutnya Gifted Cancer) dari Allah SWT, Subhanallah, malah ngubah cara pandang hidup dia, dan memaknai tiap waktu yang tersisa buat mempersiapkan kehiudapan abadi di akhirat sana, dengan memanfaatkan uangnya di jalan kebaikan. (bisa cek juga projek sosial terutama di Afrika yang super inspiratif masyaAllah).

 

Aku belajar dan di ingetin lagi soal “orientasi hidup” yang Cuma tempat peristirahatan sementara ini, menjadi orientasi akhirat yang benar-benar di rencanakan.

Tiap menit dari zaman sekarang berubah, orang berubah, pengaruh buruk jadi hal biasa udah bukan jadi bahan becandaan lagi, tapi semua orang terancam dengan yang namanya “terbuai dengan dunia yang fana”.

Diingatkan lagi juga tentang pentingnya bersama-sama dengan orang yang sama-sama memperjuangkan “ukhrowi” agar saling membantu, mengingatkan, bergotong-royong untuk sama-saa berbuat baik dengan cara yang benar, yup,dengan cara yang Allah ridoi.

Ya Allah, masih jauh dari sempurna amalkami ini di bandingkan dengankarunia dan kemudahan yang selalu Engkau beri, Engkau cukupi.

Wahai Dzat yang memelihara langit dan Bumi juga seisinya, senantiasa bimbinglah kami.

Dan bila kami tersesat dan menjauh tanpa kesadaran kami, berilah kami petunjuk selalu ya Allah. Amiin.

(saran : tonton juga video yang di upload setelah kematian beliau, berupa “pesan kematian”yang mengharukan).

Semoga Allah mengampuni dosanya dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya Amiiin.

Bandung, 31 Mei 2018

Continue reading Belajar Dari (alm) Ali Banat

Posted on Leave a comment

Status Kita

Inspired by: Ngobrol dan diskusi sama Sahabat hari ini.

STATUS KITA

“Facebook, Twitter, Instagram, BBM, bahkan Whatsapp sekali pun, selalu nanya status kita hari ini. Trus pernah nyelami diri dan bertanya gak, sebenernya status kita di mata Allah kayak gimana? Udah di jalan yang Allah suka belum selama ini? Udah pantes jadi hamba-Nya yang diberi jalan keselamatan atau gak? dkk. #SelfReminder

Continue reading Status Kita

Posted on Leave a comment

Tugas Februari, untuk CERIA 2018

💓Tugas Februari, untuk CERIA 2018

Mengenal Postpartum Depression dan Baby Blues

💛Yang sdh punya anak :
Bagaimana perasaan saat memiliki anak pertama?

Meski klise, tapi pas lahir Atta rasanya haru biru. Lega, bahagia, gak nyangka, hening. Status berubah jadi ibu, ada seseorang yang membutuhkan aku di dunia ini sekakigus jadi wasilah rohman rohim-Nya itu tanggung jawab yang berat sekaligus membahagiakan. Alhamdulillah, gak sempet ngerasain baby blues karena qodaruullah suami dan kekuarga kasih support dan dukungan cinta yang penuh.

Bagaimana masa mengasuh anak ini dilalui?

Continue reading Tugas Februari, untuk CERIA 2018

Posted on Leave a comment

Menjaga Niat & Cerita Siaware

Menjaga Niat

Semalem, aku dikasih kesempatan buat sharing sebagai salah satu alumni Siaware di Whatsapp. Trus, tiba-tiba hati deg-degan. Sama groginya kayak ngisi acara di depan umum. Dalam hati berkata,

“Ya Allah, jaga aku dari niat yang salah, jaga aku dari ilmu yang salah, aamiin.”

Lanjut siap-siap. 5 menit sebelum sharing dimulai, laptopku nge-hang! Padahal sebagian materi udah kuketik di laptopku.

Akhirnya suami nawarin Macbook-nya, padahal lagi balesin email ke luar negeri. Jam kerjanya kan malem.

“Gapapa, niat nolong istri”, ujarnya. Aku-nya yang nggak enak.

Akhirnya, dimulailah sesi sharing, dengan pertanyaan singkat dan sederhana.

Tiba-tiba jadi inget moment pasca Siaware. Aku yang ngajakin suami, tapi qodarullah, suami malah lebih cepat progress-nya dari aku. 3 impian tercapai dalam kurun 1 tahun! Aku? Butuh 2 – 3 tahun malah.

Manfaatnya Siaware kerasa banget buat kami berdua. Kami sama-sama selesai dengan masa lalu. Dan kalo komunikasi, berusaha dari hati ke hati. Kami pun saling menghargai impian satu sama lain, dan juga saling gotong royong mewujudkan impian kami berdua.

Perubahan terbesar setelah Siaware: semacam jadi titik balik aku buat makin sadar tujuan Tuhan menciptakan kita tuh apa. Kayak ngerasa, “Ya ampuuun selama ini aku kemana aja. Ngabisin banyak waktu buat hal yang nggak berfaedah. Memilih abai sama potensi dan kekuatan diri, nggak bisa handle kekurangan diri, sibuk mikirin apa kata orang lain yang belum tentu benar. Fokus sama masalah bukan solusi…”

Ikut Siaware bukan cuma jadi proses move on-ku, tapi move up, melangitkan karya. Dan semoga bisa membumi untuk tetep down to earth.

Makin ngerasa percaya diri, berani, dan nggak takut buat mencapai impian. Apalagi kalo diniatkan ada kebaikan di dalamnya, Tuhan pasti bantu. Lewat perantara dapat lingkungan yang super baik dan kompetitif dalam kebaikan, dan baaaanyak banget hal baik yang muncul pas aku mau untuk berubah.

Aku jadi berani dan percaya diri. Dulu aku penakut banget. Meskipun keliatannya tomboy dan berani, tapi untuk hal-hal tertentu aku nggak pede dan nggak berani.

Terakhir, dimana pun proses “penempaan diri” teman-teman, semoga Allah kuatkan pundak buat melakui semua aral kehidupan. Semoga kalian sehat-sehat selalu. Sukses buat semuanya.

Posted on Leave a comment

Cinta Sejati Selalu Sederhana

Jumat pagi, dapet chat dari temen yang tiba-tiba nanya, surprisingly:

“Kak Fifi, dulu pas sama Mas Putra, ceritain sedikit dong prosesnya?”

Trus aku tiba-tiba flashback, sama proses perjalanan cintaku selama ini #eaaaa. Rujit, banyak drama, dan banyak gagalnya. Karena variabel sampai approve nikah, calon suami udah pada mundur duluan karena prosesnya ribet atau gak lulus.

Continue reading Cinta Sejati Selalu Sederhana

Posted on Leave a comment

Karena Kita Tidak Kenal

Jika ada yang tetap di sisimu setelah mengenalmu, mengenal masa lalumu, dan kebiasaan burukmu, yang demikian itu yang boleh dipersilahkan untuk memasuki "istana hatimu". Untuk memulai penjelajahan asing dan baru bersama-sama sebagai dua manusia biasa dan nyata, bukan sebagai dua malaikat maya.

 

(Urfa Qurrota Ainy)
Posted on Leave a comment

Let’s start with a tiny habit

Forget big change, start with a tiny habit.

Tema bulan ini :
“Start a tiny habit”.

Jadi weekly evaluation keluarga minggu ini ceritanya sambil piknik.
Sebenernya tujuan ke Malang bukan cuma jalan-jalan, karena agendanya suami (dan temen-temennya para kuli dollar ngumpul, ghatering dan meet up), temanya “meet the expert”.
Jadi orang-orang yang expert di bidang logo dan desain grafis kumpul dan sharing. Suami dapet ilmu dan sambung silaturahim sama temen-temen perjuangannya, lanjut family time (bahkan Mamah dan ibu mertua pun otw nyusul, InsyaAllah, mas uta inisiatif buat ngajak keluarga karena agendanya gak lama gitu).
Nah, lanjut ke weekly evaluation tadi, setelah kami panjang berdiskusi, fi dapet insight bahwa yang utama dari perubahan adalah, memulainya dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bertambah tiap harinya. Kebayang kan, misal sehari nambah satu kebiasaan kecil baru, dari yang sederhana aja, perubahan besar bakal terjadi insyaAllah.
Jadi, yuk bismillah udah nentuin perubahan kecil apa di minggu ini? start from a tiny habit, start from now.
🙂

 

my tiny habit this week :

  1. Belajar menu masakan baru yang sehat buat keluarga dan Ziyad
  2. Baca buku min. 1 Bab
  3. Belajar 2 video dari skillshare.
  4. Nulis 1 tulisan.