Posted on Leave a comment

Perlembut Jiwa

Kenapa yah dari dulu, tiap kali ngobrol sama Bapak, selalu nagih. Jam 23.30 baru kelar ngobrol, padahal Bapa baru dateng jam 21.00, tapi ya seru aja, dan ngerasa sayang aja kalo pulang kampung, gak sempet ngobrol seru sama Bapa.

Isu Lokal dan Isu Internasional

Di Desaku ini lagi pemilihan Kepala Desa, dan Bapa berpesan : Jangan lupakan isu lokal juga. Akhirnya kita ngobrol panjang lebar juga tentang proses dan perkembangan di desa-desa, intinya Bapa berpesan :

“Cintailah kejujuran, karena itu akan menyelamatkan”.

Perlembut Jiwa

Bapa berpesan lagi, “kita bisa dengan mudah menilai seseorang, bila kita mengasah terus untuk memperlembut jiwa. Kunci kemenangan dalam belajar, adalah saat hati dan jiwa lembut, tenang, dan hanya dengan dekat sama Allah, hati tentram”.

Memilih Profesi

Meski Bapa tidak melanjutkan di kampus kesayangannya (ITB), karena memilih merawat orang tua beliau yang sakit, tapi ku rasa, justru keberkahan hidup Bapa hingga hari ini adalah karena keikhlasan Bapa berpegang teguh pada kebenaran dan kebaikan, bukan berarti melanjutkan kuliah tidak baik, tapi hanya yang lebih penting saat itu adalah merawat ortunya, tapi karena gigihnya Bapa belajar, Bapa tetap Insinyur kesayangan kami sekeluarga, karya-karya jembatan, membuat sistem pabrik, projek aliran arus banjir, dan banyak prestasi-prestasi lainnya yang ya Allah, aku sebagai anak merasa bangga dan bahagia.

Dekatlah hanya dengan orang baik

Menjadi orang berpengaruh (minimal di Desa) itu sesuatu ya, pasti ada dampaknya, dan untuk kebaikan. contohnya pemilihan kepala desa ini, Bapa yang gak pernah mau terlibat dalam dunia ini, akhirnya memilih terlibat karena udah ngeliat banyak keanehan demi keanehan lainnya, Bapa dengan 6 orang (Para ulama dkk), berhasil membuat para warga memiliki kepercayaan baru kepada sang calon. Kalo jaman instagram-nya mah, di endorse lah sama Bapa dan dkk. Jadi penting loh untuk menjadi orang baik dan “bersama” dengan orang-orang baik.

***

Lanjut nanti deh, karena mau ngisi acara besok di UIN, dan malem ini masih di Indramayu.

:”)

Ya Allah, tolong Mampukan hamba.

(kemaren abis keracunan pula, hikz)

 

Jatibarang, 15 Desember 2017

Posted on Leave a comment

Menjaga Keseimbangan

Setiap mau LDR (kayak tadi malem), suami bilang:

“Selama aku ga ada, kemenangan kecil apa yang mau dilanjutkan dan apa yang mau dilakukan?”.

Dilempar pertanyaan itu, seolah lupa pada “ruang galau” karena langsung mikir keras apa aja yang mau dilakuin.

“Selalu jaga Atta dan rumah sepenuh hati, mau makan makanan sehat, lanjutin kerjaan (rekap jadwal), dan lanjutin baca buku yang belum kelar.”
Continue reading Menjaga Keseimbangan