Posted on Leave a comment

Adonan Kebahagiaan di Danone Blogger Academy

Satu hal yang aku syukuri setiap kali ikutan acara adalah suami selalu ridho dan merestui (selagi dia bisa nge-handle Ziyad bareng sama Mamah, acara yang Fifi ikuti bermanfaat dan bisa dipertangung jawabkan dunia-akhirat). Merasa beruntung punya suami yang ngerti banget bahwa istrinya pembelajar dan seneng belajar. Hal ini yang membuatku berani untuk ikutan “Danone Blogger Academy”. Terlebih, programnya menarik. Bismillah, awalnya nyoba “iseng dengan kesungguhan hati”, apa lagi emang Fifi lagi mau belajar tentang ilmu nutrisi, gizi, kesehatan, dan topik-topik terkait lingkungan.

Danone Blogger Academy adalah salah satu program yang dikolaborasikan bareng Kompasiana demi terwujudnya Blogger yang berkualitas. Program ini adalah program pengayaan kepada Blogger seputar bidang nutrisi, kesehatan dan tematik lainnya demi terciptanya konten kesehatan ala warga net yang berkualitas. Programnya terdapat 4 tahap :

1. Akademi Menulis. Jujur, bahagia banget belajar sekaligus meningkatkan kemampuan menulis. Selain itu, topik yang dibahas adalah topik yang lagi Fifi suka juga buat menunjang diri menjadi orang tua dan social activist, yakni seputar kesehatan, gizi, nutrisi dan lingkungan

2. Field Trip (Tahap ini dilakukan dengan visit ke salah satu perusahaan Danone di Klaten.

3. Pembuatan Karya

4. Graduation Day
.
Continue reading Adonan Kebahagiaan di Danone Blogger Academy

Posted on Leave a comment

Cari tahu sikap dasar penulis dan kepenulisan yuk!

Menulis adalah profesi yang tidak akan hilang. Peninggalannya bisa jauh lebih panjang dari usi Sang penulis itu sendiri. Di era digital, kebutuhan menulis bukan hanya untuk penulis atau jurnalis. Kini, era informasi adalah miliki publik, setiap orang bisa menulis, minimal buat status di sosial media, caption di instagram, atau jadi content creator untuk vlogging ala-ala youtuber.

Di rangkaian acara #DanoneBloggerAcademy, Wisnu Nugroho memberi bocoran apa saja sih sikap dasar yang di perlukan oleh seorang penulis ;

 

Skeptis

Skeptis adalah sikap untuk meragu-ragukan, tentu bukan tanpa alasan. Akan tetapi agar timbul keinginan untuk menggali lebihj auh sehingga menghantarkan diri untuk mencari kebenaran.

Kenapa harus skeptis?

“jangan mudah percaya dengan apa yang kamu baca di internet, hanya karena ada foto dan quote di sebelahnya.”

Karena dengan tidak memiliki sikap skeptis, yang bahaya adalah seperti yang terjadi saat ini, masyarakt yang menelan mentah-mentah.
Dengan sikap skeptis, akan muncul tulisan-tulisan yang kaya dan berdaya.

Makin sederhana, makin kece

Fakta bahwa banyak generasi millenial, dan benda yang ertama kali di cari sat bangun tidur adalah gawai, dan orang dapat informasi dari gawai, sehingga gaya kepenulisan di online lebih pendek dan praktis. Meski tantangannya adalah, kedalaman tulisan terabaikan, tetapi tulisan pendek di sarankan, maks. 400 karakter.

Kenali Pembaca

Menulis adalah proses berpikir. Bila tulisan dapat dibaca tanpa bersusah payah, disebabkan kesulitan yang besar telah hilang dan di telan oleh penulisnya. (Enrique Poncela, Penulis Spanyol).
Mengenali siapa sasaran pembaca, dan menjadikan pembaca sebagai support system dan partner, akan menghasilkan tulisan yang jujur dan rendah hati tanpa mengabaikan sikap menggali bahan secara detail.

Bagaimana?mudah kan?
Semoga bermanfaat.
Terakhir,
Menulis adalah sepi, sendiri. Yang gak kuat sepi, menyendiri. Akan sulit. #Eaaa

Semoga bermanfaat.